This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 18 Mei 2016

Konspirasi Di balik Separatis/Teroris Di Indonesia

     





Berbicara soal teroris, kita akan selalu dihadapkan pada masalah konspirasi. Kenapa mereka dilabeli sebagai teroris? Sebagai contoh teroris Al-Qaeda, kenapa mereka disebut sebagai teroris Internasional? tentu ada alasannya. Tak ada orang lain yang bisa melabeli gerakan masyarakat sebagai "teroris" selain pemerintahnya sendiri.

Pemerintah akan melabeli gerakan masyarakat sebagai teroris jika gerakan itu mengganggu kepentingan umum. Oke, melakukan pengeboman mengganggu kepentingan umum, karena dapat menyebabkan korban jiwa. Sayangnya kebanyakan teroris di dunia ini sebetulnya tidak menggaggu kepentingan umum, melainkan kelompok-kelompok ini sebetulnya mengganggu kepentingan pemerintah dan janji-janji yang tak kunjung ditepati.

Kita tidak boleh menuding Osama Bin Laden sebagai teroris, tahu kenapa? karena aksi teror yang dilancarkan mereka sebetulnya ingin mengganggu kepentingan Pemerintah, bukan kepentingan publik.

Kembali ke Laptop!! soal kelompok-kelompok separatis di Indonesia.
Ada beberapa kelompok separatis yang muncul di Indonesia, tapi di sini kita akan membahas tiga kelompok saja, sebab ketiga kelompok ini mempunyai tujuan yang sama, yaitu ingin memisahkan diri dari Indonesia. Sebut saja, GAM, OPM, dan RMS.

Nah, dalam perjalanannya, tentu kelompok-kelompok ini menjadi perhatian negara-negara maju, dan di sinilah agenda konspirasi dijalankan. Lihat saja! ada beberapa negara memberikan dukungan kepada kelompok-kelompok separatis ini agar terus menuntut Pemerintah RI untuk mendapatkan kemerdekaan. Negara-negara ini tentu memanfaatkan sela-sela untuk menyerang Pemerintah RI melalui perang saudara. Apa tujuannya? dalam istilah politik, biasa di sebut dengan istilah "Ekspansionisme" yaitu bentuk paham yang ingin menguasai atau menjajah sesuatu objek untuk tujuan tertentu. Lantas apa yang menjadi objek mereka? PENGUASAAN SUMBER DAYA ALAM. Ya, mungkin kita semua tahu apa yang terkandung dalam bumi setiap daerah di Indonesia, katakanlah misalnya Aceh, Papua, Maluku, dan sebagainya.

1. GAM (Gerakan Aceh Merdeka)
       Seperti biasa, para konspirator sering memanfaatkan para teroris untuk mencapai tujuan mereka, termasuk memanfaatkan GAM. GAM termasuk bagian dari konspirasi yang sangat rapi, buktinya, secara tak sadar senjata-senjata milik GAM itu disuplai dari luar negeri melalu jalur lain. Memang seperti itulah prosedurnya. Para pejuang GAM yang tulus itu merupakan korban kejahatan sistema. Lantas, apa yang mereka lirik di bumi Aceh? Ini dia.. http://linkis.com/blogspot.com/cfoFw

2. OPM (Organisasi Papua Merdeka)
       Beralih ke Marauke, ada juga gerakan separatis yang disebut pemerintah sebagai teroris, yaitu OPM. OPM juga termasuk korban kejahatan sistem konspirasi, karena ada sesuatu yang berharga di bumi Papua, "Freeport" berapa uang yang dihasilkan dari Freeport per-tahunnya? baca ini.. https://m.tempo.co/read/news/2015/10/18/090710660/produksi-tambang-freeport-2014-turun-tapi-emas-naik

3. RMS (Republik Maluku Selatan)
       Republik Maluku Selatan (RMS) adalah daerah yang diproklamasikan merdeka pada 25 April 1950, dengan maksud memisahkan diri dari negara Indonesia Timur (Saat itu Indonesia masih berupa Republik Indonesia Serikat). Namun oleh Pemerintah pusat, RMS dianggap sebagai pemberontak/teroris. Dan setelah misi damai gagal, maka RMS ditumpas tuntas pada November 1950. Lantas, apa yang membuat kelompok ini muncul kembali? di sinilah konspirasinya!!
Lihat pertumbuhan ekonomi di Maluku, secara makro ekonomi, kondisi ekonomi di Maluku cenderung membaik setiap tahunnya. Salah satu Indikatornya setiap tahun APBD daerah tersebut terus meningkat, dan lihat saja tahun ke tahun perusahaan-perusahaan Industri dan Pertambangan terus bertambah, di sebabkan potensi sumber daya alam mereka sangat banyak. jadi, patut dong daerah ini masuk dalam misi mereka.

Tak bisa dibayangkan jika ketiga daerah ini mendapatkan kemerdekaan. Terlepas pada efek ekonomi Indonesia, yang lebih ironinya, jika daerah-daerah ini merdeka apakah negaranya akan maju dan rakyatnya sejahtera? mari berkaca pada Timor Leste. Baca ini!!.. http://lingkarannews.com/tolak-imigran-china-belajar-dari-timor-leste-saat-ini-china-kuasai-ekonomi-negara/


Terimakasih.......

Jumat, 08 April 2016

Sejarah Aceh dan GAM

 


Sebagai orang Aceh, dan salah satu manusia yang merasakan kepedihan ketika konflik di Aceh, wajib rasanya bagi saya untuk sedikit mecari dan menulis tentang kausalitas terjadinya peristiwa berdarah dan munculnya kelompok separatis yang dinamakan Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

GAM atau yang biasa kita kenal dengan Gerakan Aceh Merdeka adalah satu semangat yang menuntut janji pemerintah RI. Mungkin tidak semua orang tahu peristiwa awal mula gerakan ini, dan bahkan mereka yang mengikuti gerakan itu juga belum tentu tahu. Pada hakekatnya, GAM atau gerakan separatis semacamnya itu tentu saja disebabkan oleh sesuatu hal yang sangat berpengaruh bagi masyarakat, mustahil gerakan semacam ini lahir dan bertumbuh karena sesuatu hal biasa-biasa saja. Kalau kata orang sih, Aceh sudah merasa dirinya sudah bisa berdiri sendiri dengan sumber daya yang ada. Sebetulnya, bukan dari sudut pandang itu Aceh ingin memberikan protes kepada Pemerintah RI, justru ada faktor lain yang lebih besar.

Semua orang tahu Aceh ini sangat berbudaya dan menjalankan syariat Islam, bahkan dunia pun kagum dengan hal ini. Selama Nusantara dijajah Belanda, adakah buku sejarah yang mengatakan Nanggroe Aceh Darussalam sebagai Negara yang berdaulat? sayangnya tak pernah disebutkan dalam buku sejarah manapun. Jauh sebelum NKRI berdiri, Nanggroe Aceh Darussalam telah berdaulat sebagai sebuah kerajaan yang merdeka. Sebetulnya Aceh tidak pernah mendapatkan serangan dari negara manapun, karena Aceh merupakan daerah yang berdaulat secara hukum dan dibawah kerajaan Khalifah Turki Utsmani. Aceh tidak pernah diserang siapapun!!
Lalu kenapa Aceh terlibat perang di Nusantara? ini dia kronologinya...

https://habibiik.blogspot.co.id/2016/02/mengenal-sisingamangaraja-xii-dan.html

Jadi fix ya, NAD mau terlibat perang hanya untuk membantu kerajaan tetangga, dengan syarat membantu NAD menyebarkan Agam Islam. Soekarno sebetulnya tahu awal mula terlibatnya kerajaan NAD terhadap perang Sisingamangaraja XII yang telah menjadi muslim. Inilah yang dimanfaatkan Soekarno, dia berjanji akan membantu penyebaran Islam jika NAD mau terlibat perang.

Perjanjian antara Soekarno dengan Daud Beureuh pun sudah jelas, saat berkunjung ke Aceh tahun 1948, Soekarno dengan sengaja menemui tokoh Aceh, Daud Beureuh, Soekarno selaku Presiden RI menyapa Daud Beureuh dengan sebutan "kakak" sebutan yang biasa untuk para Pemimpin. Soekarno sengaja mendekatkan diri dengan kerajaan NAD untuk menggalang pasukan demi mempertahankan NKRI, Soekarno belajar dari cara negosiasi Sisingamangaraja XII agar NAD mau membantu NKRI.
Setiap perjanjian, tentu ada syarat yang disepakati bersama, dan Daud Beureuh pun mengusulkan syarat tersebut ke Soekarno untuk membantu menyebarkan Islam. Soekarno tentu saja setuju, buktinya saat ini Aceh masuk dalam NKRI, padahal sebelumnya NAD bukan NKRI.

Apa sih sebetulnya pembicaraan Soekarno dengan Daud Beureuh? Soekarno meminta bantuan Daud Beureuh agar Rakyat NAD turut andil dalam perjuangan bersenjata antara RI dan Belanda, Daud Beureuh pun setuju dengan ajakan Soekarno tersebut asalkan perang yang diperjuangkan Aceh adalah perang Sabil atau perang "fiisabilillah" yaitu perang yang jika dalam peperangan itu disebut mati Syahid bagi umat Muslim. Janji Soekarno pada Daud Beureuh adalah menyebarkan Agama Islam di Indonesia, sama seperti janji Sisingamangaraja XII kepada NAD. Sayangnya janji Soekarno dilanggar, dan Aceh hanya mendapatkan Daerah Istimewa dari Indonesia.

Itulah sebabnya ada Gerakan Aceh Merdeka. GAM ini ingin menuntut janji Pemerintah Indonesia, Namanya juga Pemerintah, sering sekali janji itu hanya sebuah wacana yang besoknya bisa dilupakan begitu saja.

Sebetulnya, Aceh ingin menuntut janji melalui Gerakan Aceh Merdeka, tapi sayangnya Pemerintah malah menobatkan mereka "Teroris", dan sampai saat ini saya masih tidak setuju penobatan GAM sebagai Teroris, dan ini juga termasuk Konspirasi. Sebenarnya julukan teroris itukan diberikan Pemerintah, Pemerintah sengaja melabeli mereka teroris, tahu kenapa? alasan Pemerintah melabeli GAM sebagai teroris karena Pemerintah ingin mengingkari janjinya dulu.

Seperti itulah aksi yang dijalankan oleh GAM hingga pada akhirnya mereka dinobatkan sebagai Teroris di Negaranya sendiri. Akar permasalahan perjuangan GAM itu sendiri ingin menagih janji yang tak pernah disebutkan dalam sejarah. Sejarah adalah peristiwa yang seharusnya dicatat dengan benar, miris!! peristiwa faktual seperti ini malah dikaburkan.


Terimakasih......

Senin, 14 Maret 2016

Pesona Ekspresi Cinta




Pemuda perkasa itu bernama Ali bin Abi Thalib, ia pemberani, tangguh, bahkan dia dikenal sebagai (pembanting). Namun apa yang terjadi ketika cintanya berbicara pada Siti Fatimah binti Muhammad? "Cinta tidak harus memiliki" Ya, kira-kira begitulah yang timbul dibenaknya. Keberaniannya dalam mengekspresikan cinta ke Fatimah lebih berat daripada menghadapi musuh seribu orang, ia lemah tak berdaya.

Hingga suatu saat keberaniannya memuncak, jiwa yang rapuh tersontak mengeluarkan energinya, dan cinta-pun tersampaikan.Fakta bahagia yang membuat pemuda miskin ini bukan ketika gadis terhormat itu menerima uluran cintanya, tapi ketika rasa yang sudah menguning itu dapat di ekspresikan dengan sempurna. "Sungguh ini sebuah keberanian yang hakiki bagi saya" Kata Sayyidina Ali.
Selalu begitu, cinta membutuhkan kata, tidak seperti rasa-rasa yang lain, cinta lebih membutuhkan kata daripada maknanya, keberanian mengungkapkan cinta adalah ekspresi paling pesona, itu sebabnya ada surat cinta, ada puisi cinta, ada lagu tentang cinta, dan cinta jua yang melahirkan penyair-penyair penuh sastra.
Bagi jiwa yang tidak punya mentalitas untuk mengekspresikan cinta, maka mereka akan bersemayam pada nestapa, atau pada bait doa, hingga semua diserahkan kepada sang sutradara jagad raya.

Memang begitu, cinta di takdir dengan kata tanpa benda, ringan, namun cukup berat untuk mengekpresikannya. Apalagi ketika cinta bertunas pada jiwa-jiwa yang lembut, jiwa-jiwa yang lemah, jiwa-jiwa yang memilih bercerita pada kebatinan daripada harus mengungkapkan. Seperti pada jiwa wanita.. Kelembutan cinta pada jiwa wanita tanpa ada keberanian untuk mengungkapkan. banyak dari mereka yang tidak mampu mengekspresikan cinta hingga cinta membunuh mereka sendiri, seperti Maria "dalam Ayat-Ayat Cinta", seperti cinta Nayla pada Ramadhan, yang menyimpan fakta cintanya di kamar peraduan, tiap malam Nayla hanya meratap dengan kenangan, penuh kesedihan, dia hanya berharap cintanya akan tersampai oleh cahaya dewi malam.
Seperti kata peribahasa melayu "Mustahil perigi mencari timba" kata keramat yang diagungkan oleh para wanita, hingga menjadikan kata itu sebagai perisai "harga diri", dan melahirkan slogan "tidak mungkin wanita yang mengungkapkan lebih dulu".
Namun ternyata mereka lupa bercermin pada keagungan Siti Khadijah, wanita janda ini memberanikan diri untuk mengungkapkan cintanya kepada pemuda terhormat Muhammad bin Abdullah, ia tak peduli konsekuensi yang akan dihadapinya.karena cinta adalah kata, dan setiap kata cinta harus tersampaikan tanpa perlu menguraikan makna yang mendalam.
Maka sampaikanlah walau hanya dengan kata: "I love You", itu saja!!


Intermezzo..Wahai para Ladies.. Adakah yang ingin seperti khadijah? Yang lebih dulu mengungkapkan cintanya kepada Muhammad?

Senin, 15 Februari 2016

Mengenal Sisingamangaraja XII Dan Hubungannya Dengan Kerajaan Aceh



     
Ada yang tahu Sisingamangaraja? Kerajaan tetangga Aceh dari Sumatera Utara? Saya kira semua orang tahu, tapi hanya sedikit yang mengenal akan sejarahnya. Di berbagai artikel-artikel sejarah sudah banyak yang membahas tentang Biografi atau sejarah kehadiran kerajaan Sisingamangaraja di Sumatera Utara, tapi itu banyak yang subjektif.

Di sini, saya hanya akan membahas hubungan antara kerajaan Sisingamangaraja XII dengan kerajaan Nanggroe Aceh Darussalam, karena salah satu pahlawan kemerdekaan Indonesia itu sangat berpengaruh bagi sejarah Aceh (NAD).

Oke, mari sekarang kita analisa terlebih dahulu apa arti dari nama  "Sisingamangaraja" atau si Raja Batak itu. Dalam sebuah buku yang saya baca, sebetulnya Sisingamangaraja bukan orang Batak, melainkan pedagang India yang berhasil menancapkan kerajaannya di SUMUT. Arti dari nama Sisimangaraja sendiri dalam kamus bahasa Batak "Si Singa Maha Raja" yang artinya Raja Singa. Orang Batak pada zaman sekitar 500 tahun lalu sama sekali tidak mengenal singa, karena di sana tidak ada singa. Arti si raja singa itu sendiri lahir pada sekitar 100 tahun yang lalu setelah masuknya pendidikan di Sumut dan Indonesia. Lalu dari mana orang Batak bisa menyebutkan kata "Si Raja Singa" pada raja mereka? Ini yang menjadi pertanyaan besar!!?

Sebenarnya, Sisingamangaraja bukan orang Batak, dia adalah pedagang India. Mau bukti? Oke, menurut cerita secara turun-temurun, Sisingamangaraja memiliki janggut yang lebat, janggut yang lebat ini merupakan ciri-ciri orang India. Dan bukti yang lain bisa kita lihat pada namanya, SISINGAMANGARAJA, jelas sekali nama ini merupakan nama orang India, namun orang Batak salah menyebutkannya. Nama ini begitu panjang dan sama sekali tidak ada spasi, sedangkan nama orang Batak itu pendek dan diikuti dengan nama Marga, kalaupun ada orang yang percaya Sisingamangaraja marga Sinambela, itu hanya Marga pemberian saja. Nama Sisingamangaraja yang sebetulnya adalah "Sing Maharaj", nama ini ternyata salah disebutkan selama berabad-abad. SING MAHARAJ? jelas sekali ini adalah nama orang India.

Menurut berbagai versi sejarah, hubungan Sisingamangaraja XII dengan kerajaan Aceh hanya pada soal hubungan perdagangan, padahal semua itu hanya omong kosong dan itu juga termasuk bagian daripada konspirasi sejarah. Sebetulnya, hubungan itu bukan hanya dari soal perdagangan saja, melainkan ada sebuah perjanjian/komitmen antara kerajaan Sisingamangaraja XII dengan kerajaan NAD. Dan, perjanjian tersebut adalah ketika itu Sing Maharaj XII meminta bantuan kepada kerajaan tetangganya, karena kerajaan Sisingamangaraja XII terlibat perang dengan pasukan penjajahan Belanda. Siapa lagi kerajaan yang bisa membantu? ya tentu saja kerajaan NAD.
NAD bisa membantu kerajaan Sisingamangaraja XII, namun dengan satu syarat!! Syaratnya adalah Sing Maharaj XII harus terlebih dulu masuk Islam. Perjanjian ini sebetulnya ditepati oleh Maharaj XII, sayangnya penyebaran agama di tanah Batak itu sangat susah, karena mereka sudah memiliki agama "Sipele Begu", bahkan penyebaran agama Kristen yang dibawakan oleh Nommensen di tanah Batak saat ini juga terbilang sangat susah. Sudah banyak Misionaris dimakan hidup-hidup oleh bangsa Batak saat itu, dan itu pula sebabnya penyebaran Islam gagal.

Kalaupun saat ini orang Batak ada yang beragama Muslim, itu karena mereka dekat dengan Padang atau Aceh. Secara Regional, Sumut itu sebetulnya termasuk agenda penyebaran agama Islam NAD, namun gagal. Lihat saja pulau Sumatera, hanya Sumut yang merupakan basis Kristen, seharusnya Kristen itu berada di daerah Timur, karena penyebaran Islam diagendakan untuk Sumatera, lalu ke Jawa, dan seterusnya.

Bukti bahwa Sing Maharaj XII memeluk Islam, selain dari laporan oleh para Missionaris Jerman dan oleh koran-koran Belanda, indikasi lain adalah :
* Sisingamangaraja XII tidak makan babi;
* Pengaruh Islam terlihat pada bendera perang Sisingamangaraja XII dalam gambar kelewang, matahari dan bulan; dan
* Sisingamangaraja XII memiliki cap yang bertuliskan huruf Jawi (tulisan Arab-Melayu).

Nah, inilah sedikit tulisan dari saya, jika ada yang salah mohon komentarnya!.




Selasa, 12 Januari 2016

Cinta Ibu.. Cinta Tanpa Definisi




"Seharusnya mereka bikin satu kata baru yang benar-benar bisa menjelaskan makna cinta di hati seorang Ibu. Satu kata di atas kata cinta, satu kata di atas semua kata yang pernah ada, karena kata cinta saja tidak cukup mewakili apa yang dirasakan oleh seorang Ibu". Noe menyebutnya dalam lagu.

Sebagian besar kebaikan yang kita saksikan dalam kehidupan kita, begitu sederhana kita melihatnya, namun terlalu agung jika kita memaknainya.

Seperti matahari.. Kau tak mampu menatapnya, kau hanya merasakan ketika sinarnya menyala-nyala menembus ke pelosok bumi. Kau akan berlindung ketika panasnya membakar kulit bumi.

Seperti hujan deras.. Kau tak mampu mencegahnya, kau hanya bisa menyaksikan kekuatannya membanjiri bumi, mendorong semua keangkuhan dunia, menerobos semua dinding kebencian pada jiwa.
Seperti pelangi.. Kau tak mampu mendekapnya, kau hanya bisa menikmati keindahan warnanya, variasi cinta yang begitu indah berpadu pada jiwanya.

Seperti itulah cinta seorang Ibu, cinta yang ditakdirkan jadi kekuatan angkara murka yang mengawal dan melindungi kebaikan darah dagingnya.

Di sini cinta tidak pernah buta, di sini seharusnya tidak ada kata cinta bertepuk sebelah tangan, di sini cinta mengharuskan adanya respon yang sama, namun apalah daya kita sebagai anak tidak akan mampu membalas cintanya.

Lelaki itu bernama Uwais Al Qarni, ia sudah mengabdi pada Ibunya sampai tuntas, kekuatan cinta dan baktinya terhadap sang Ibu hingga Allah menjadikannya terkenal di langit, ia sangat mulia di hadapan Allah. Namun apakah yang dilakukan Uwais sudah mampu membalas semua pengorbanan cinta sang Ibu?

"Tidak ada budi yang dapat membalas cinta seorang Ibu, apalagi mengimbanginya". Begitu kata Rasulullah.

Sebab cinta Ibu mengalir dari darah dan dagingnya. Anak memang buah cinta dua hati, tapi ia tidak dititip dalam dua rahim. Ia dititip dalam rahim sang Ibu selama sembilan bulan, di sana sang Ibu sudah mulai mempertaruhkan nyawa bagi sibuah hati, embrio bergeliat dalam sunyi sembari menyedot saripati sang Ibu, lalu keluar di antara darah. Inilah ruh yang baru, ruh yang dipertaruhkan bersama nyawa sang Ibu.

Lalu kemudian cintanya terus mengalir, semangat penumbuhan kasih sayangnya bekerja hingga masa depan anak lebih baik. Penat, lelah, jenuh, pengorbanannya tidak mengenal kata-kata itu, bahkan tak peduli angin membadai menerpanya. Sebuah fakta cinta yang lebih dahsyat, sang Ibu tidak pernah berharap agar kelak anak-anaknya bisa membalas semua jerih payahnya. Sungguh ini sebuah pengorbanan cinta yang paling suci, cinta yang paling luhur, seperti kayu yang rela menjadi arang asalkan api menyala.

Inilah cinta sesungguhnya, cinta tanpa tuntutan, cinta tanpa batasan. Tak ada kekuatan yang mampu membunuh cintanya, ini bukan hanya cinta sejati, tapi ini adalah cinta tanpa definisi.


Dan.. Karena hakikat anak adalah titipan Ilahi sebagai sumber kebaikan untuk dunia-akhirat, maka kita sebagai anak wajib berdoa yang terbaik untuk keduanya :

Allahummaghfir lii wa liwaalidayya warhamhuma kamaa rabbayanii shaghiraa
"Ya Allah, ampunilah aku dan kedua orangtuaku, dan sayangilah keduanya sebagaimana keduanya menyayangi aku di waktu kecil".

Ibu.. Tiada kata yang dapat kusampaikan selain doa dan terimakasih sudah memberikan pengorbanan cinta kasihmu di hidupku.. Bersamamu dan di sampingmu adalah surga kecil di dunia ini.