This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 31 Oktober 2016

Problematika Sukses Dengan Kekayaan






Percayalah, hanya pada sebuah konsep manusia Materialisme sehingga muncul sebuah anekdot yang tidak tahu darimana asalnya "Waktu itu adalah Uang", tentu dalam hal ini manusia disibukkan mengejar uang dalam berbagai waktu, karena uang merupakan parameter suksesnya seseorang. Apalagi kita hidup di dunia Kapitalisme ini, uang merupakan kekuatan sekaligus kelemahan pada manusia, bahkan zaman sekarang asalkan ada uang semua bisa diatur, termasuk soal hukum sekalipun. Tetapi yang menjadi problematikanya adalah kenapa "sukses" itu selalu di identik dengan uang? saya pastikan, konsep seperti ini telah mendominasi pola pikir masyarakat Indonesia. Buktinya, lihat kehidupan di lingkungan anda sendiri, bagaimana orang-orang sibuk mengejar uang, bahkan ada yang rela melakukan apa saja asal mendapatkan kekayaan.

Ada sebuah pertanyaan rasional yang mungkin sering ditanyakan orang lain kepada kita :
Menurut anda, mana yang benar "makan untuk hidup, atau hidup untuk makan?" silahkan jawab di dalam hati anda masing-masing. Jika anda memilih "makan untuk hidup", maka anda berada pada motivasi yang benar, sebab anda makan untuk kebutuhan. Namun jika anda memilih "hidup untuk makan", maka anda tidak lebih dari seekor binatang, karena binatang itu hidupnya enak, tak perlu memikirkan apa-apa, mereka mencari makan untuk kehidupannya sendiri. Sayang sekali jika anda di dunia ini hidup seperti itu (hanya untuk bersenang-senang tanpa memikirkan nasib orang lain), dan dapat dikatakan anda termasuk golongan BINATANGISME!!!.

Berbicara mengenai sukses itu sendiri, saya kira tidak perlu kita cari ungkapan-ungkapan para tokoh dunia tentang definisinya, karena definisi sukses itu bersifat subjektif, siapapun bisa menafsirkan sesuai logika masing-masing. Terlepas daripada definisinya, Islam sebagai agama yang mengatur semua dimensi ilmu dan kehidupan, menjadikan manusia dengan iman dan akalnya, tentu tahu akan batasan-batasan itu.

Sukses itu bukan diukur dari seberapa besar kekayaan yang anda miliki, namun jika sukses benar diukur dari semua itu, maka Nabi Muhammad SAW tidak akan menolak tawaran Malaikat Jibril yang akan menjadikan gunung uhud berubah menjadi emas.
Bukankah Beliau (Nabi Muhammad SAW) telah bersabda: "Sebaik-baik kamu adalah yang paling banyak memberi manfaat terhadap orang lain".
Berbicara tentang manfaat, tentu manfaat dalam konteks yang positif, namun memberi manfaat itu tidak harus jadi seorang pengusaha yang mempekerjakan ribuan karyawan, atau pemuja Kapitalisme yang sok-sok mengatakan bertujuan mengurangi pengangguran, tetapi dengan sebuah doa yang baik, yang anda kirimkan kepada orang lain, itu juga termasuk bagian daripada "memberi manfaat".

Kesimpulannya, jika hidup kita di dunia ini mampu memberi manfaat (positif) terhadap orang lain, maka dapat dikatakan anda termasuk salah satu orang yang "sukses" baik itu di dunia maupun untuk menuju akhirat.


Kamis, 08 September 2016

PUISI : Pemilu Dalam Demokrasi






Dalam sebuah negara penganut paham Demokrasi, pemilu menjadi kunci untuk terciptanya demokrasi, dan karena itu pemilu juga sering disebut sebagai pesta demokrasi..

Rakyat pun di wajibkan berpartisipasi, alternatif golput diharamkan bagi penduduk negeri..

Pemilu bukan ajang mencari bakat, melainkan pemilu adalah kesempatan untuk perubahan bangsa yang lebih baik dan bermartabat..

Para calon kandidat yang ikut pemilu pun beraneka ragam, selain berlatar belakang Intelektual pastinya juga berasal dari para jutawan..

Berbagai Visi-Misi bertarung dalam janji, dan menjadikan bahan untuk kempanye berenergi..

Para calon menganggap ini merupakan investasi, di mana kursi jabatan dijadikan komoditi..

Jika kalah mereka merasa rugi, dan jika menang mereka akan memperkaya diri..

Partai politik sibuk menawarkan harga diri, dan para politisi sibuk mengatur strategi agar para calon bisa meraih kursi..

Para akademisi sibuk menjadi pengamat, media dan televisi sibuk mencari iklan promosi, sementara rakyat menjadi korban opini..

Aktivis Mahasiswa dan LSM pun tergabung dalam tim organisasi, mereka berorasi seolah jagoannyalah yang akan mampu memberi bukti..

Di media sosial para lovers siap membangun opini, membuat pencitraan seolah setiap kebaikan harus ada bukti..

Spanduk dan baliho terpasang anti badai dan gerimis, slogan yang indahpun ditulis bagai tak terlukis..

Inilah negeri demokrasi.. Para Independensi menghimbau agar rakyat memilih pemimpin sesuai hati nurani, bukan yang di butuhkan negeri..

Dan yang terjadi.. Orang-orang bodoh memilih pemimpin yang salah.. Sementara orang-orang pintar memilih pemimpin berdasarkan prinsip kepentingan pribadi..

Pada akhirnya, semua mengeluh dengan nasib negeri..


Kamis, 04 Agustus 2016

Pesona Cinta Seorang Ayah






Di pagi yang buta mereka mulai meraba-raba, tak peduli jika hujan membasahi, tak dihiraukan bila ditepis terik matahari, akan tetapi, perjuangan mereka dalam mencari rezeki tergambar dalam sesuap nasi, bukan untuknya, dia hanya menghalalkan sisa untuk anak-anaknya.

Kenyamanan.. Itu rahasia jiwa yang diciptakan cinta, maka mereka mampu bertahan memikul beban hidup, melintasi aral kehidupan, melampaui gelombang peristiwa, sambil tetap merasa bahagia ketika menggendong anaknya. Cinta yang terkembang jadi kata, tapi tak pernah disampaikan kepada sang buah hati, sederhana, apa adanya, namun cukup dalam. Lima abad lamanya Nabi Nuh As menyiarkan Islam penuh luka dan lara, ketika seorang putranya yang bernama Kan'an tidak mau mengikuti ajaran yang dibawanya. Nabi Nuh merasa sedih, namun beliau tetap berusaha dan berdoa kepada Allah agar anaknya tidak diberi dosa, beliau tetap memohon ampun agar anaknya menjadi penghuni surga, meski beliau tahu bahwa putranya itu tewas dalam azab dari Allah SWT. Begitulah kira-kira takdir cinta seorang Ayah, sebuah cinta yang diuraikan dalam doa, sebuah kasih sayang yang diwakili dengan tindakan, sebuah pengorbanan yang menggambarkan kesetiaan dan kesabaran. Muncul sebuah pertanyaan bagaimana perasaan Nabi Isa ketika beliau lahir tanpa Ayah? "Jika cinta dapat ditafsirkan dari sentuhan Ibu, maka cinta tak mampu mengartikan pengorbanan seorang Ayah". Begitulah cinta seorang Ayah, mereka adalah pemikul beban bagi masa depan anak-anaknya. Energi cinta memicu mereka untuk begerak meski uban bertambah banyak. Mimpi yang besar untuk anak-anaknya mengatur gagasan mereka dalam setiap perjuangan yang ditempuh, itu sebabnya mereka kuat. Kebajikannya tidak bisa digambarkan oleh tokoh-tokoh Protagonis dalam panggung teater. Kebijaksanaannya melebihi sosok Utsman Bin Affan yang terkenal adil pada rakyatnya. Keagungannya mengalahkan keperkasaan "The King Of Hercules" dalam legenda Yunani Kuno. Perjuangannya tidak sebanding dengan perjuangan pahlawan-pahlawan Revolusi di setiap negeri. Ayah.. Sesungguhnya engkau bukan puisi atau narasi, pengorbananmu tidak akan bisa terlukiskan dengan kata-kata, akan tetapi engkau mampu mengalahkan sunyi dalam puisi. Ebit G Ade mengungkapkannya dengan manis dalam TITIP RINDU BUAT AYAH: "Ayah.. dalam hening sepi kurindu.. Untuk menuai padi milik kita.. Tapi kerinduan tinggal hanya kerinduan.. Anakmu sekarang banyak menanggung beban..".
Terimakasih Ayah.. Dalam sajak doaku, kurebahkan semua rindu, kupasrahkan pada-Mu, ya Allah.. Tempatkanlah dia disisi-Mu.. Aamiin.. Aamiin.. Ya rabbal'alamiin.



Rabu, 15 Juni 2016

Legenda Malam




Sebelum dijemput mimpi, aku berjaga di sebuah malam di tengah deru keheningan, di mana semua suara bisa tiba-tiba hilang dan tidak terdengar. Raja siang telah pergi ke peraduannya, hanya bulan, bintang, yang mampu menggantikan pesona cakrawala di pagi dan sore hari. Seketika segumpalan awan redup datang bak diundang, menutupi cahaya yang keluar dari angkasa. Aku bertanya.. masih indahkah sebuah malam tanpa bintang? Atau masih pantaskah disebut malam tanpa bulan?
Gelap.. Ya, malam selalu disandingkan bersama gelap, ketika sebuah cahaya hadir, hilang arti bagi gelap. Atau barangkali justeru malam yang menginginkan gelap, agar ketertarikan mata tidak mampu mendefinisikan. Lantas, apa yang dicari seekor kunang-kunang dengan membawa sekedip cahaya? Apakah ada sesuatu yang bisa memberinya harapan? Atau barangkali dia hanya ingin jadi penerang dalam kegelapan? Sunyi.. Ya, kekuatan cahaya angkasa tidak mampu jadi energi bagi sebuah sunyi. Terdiam, tersipu, tanpa aksi dan reaksi, kata-kata yang terangkai tidak mampu menjadi nada. Lalu, apa yang dilakukan ombak kepada karang? ia terus bergerak, berteriak dengan suara yang lantang memancarkan keributan, tak peduli pekatnya malam. Barangkali ombaklah yang patut menyemat penghormatan "Pejuang Tanpa Batasan" Sepi.. Ya, jiwa-jiwa yang tak mampu menghadapi malam terbawa larut bersama lelap. Tubuh-tubuh yang bernyawa senyap dalam sayup-sayup kelelahan. Tak peduli seberapa agungnya para penjaga malam, tak peduli seberapa syahdunya kaum insomnia bercengkrama menikmati malam. Hanya suara jangkrik yang menggantikan musik panggung di siang hari, mereka mengeluarkan suara dengan nada-nada yang sama, mereka tetap bernyanyi walau yang lain terbawa dalam mimpi. Sendiri.. Ya, sebuah jiwa yang terpaku dalam ingatan, mencoba menari di bawah redup dewi malam, namun angin menertawainya, ia mencoba berteriak tapi gonggongan anjing mengalahkan gemanya. Akan tetapi, apa yang dilakukan para kupu-kupu malam yang berjalan di pinggir malam? Apakah mereka mampu menciptakan ruang sendiri dalam puisi? Itulah malam.. Sulit untuk mencerna cinta angin kepada dingin, tanpa kata, hanya menggigil terasa. Itulah malam.. Sulit menafsirkan kedekatan sunyi pada sepi, atau sejauh mimpi pada kenyataan. 

Namun sesungguhnya malam tak pernah salah, ia punya arti di balik sepi, ia tetap bercahaya di balik redupnya angkasa, dan ia punya bait puisi untuk mengalahkan sebuah sunyi.




Rabu, 18 Mei 2016

Konspirasi Di balik Separatis/Teroris Di Indonesia

     





Berbicara soal teroris, kita akan selalu dihadapkan pada masalah konspirasi. Kenapa mereka dilabeli sebagai teroris? Sebagai contoh teroris Al-Qaeda, kenapa mereka disebut sebagai teroris Internasional? tentu ada alasannya. Tak ada orang lain yang bisa melabeli gerakan masyarakat sebagai "teroris" selain pemerintahnya sendiri.

Pemerintah akan melabeli gerakan masyarakat sebagai teroris jika gerakan itu mengganggu kepentingan umum. Oke, melakukan pengeboman mengganggu kepentingan umum, karena dapat menyebabkan korban jiwa. Sayangnya kebanyakan teroris di dunia ini sebetulnya tidak menggaggu kepentingan umum, melainkan kelompok-kelompok ini sebetulnya mengganggu kepentingan pemerintah dan janji-janji yang tak kunjung ditepati.

Kita tidak boleh menuding Osama Bin Laden sebagai teroris, tahu kenapa? karena aksi teror yang dilancarkan mereka sebetulnya ingin mengganggu kepentingan Pemerintah, bukan kepentingan publik.

Kembali ke Laptop!! soal kelompok-kelompok separatis di Indonesia.
Ada beberapa kelompok separatis yang muncul di Indonesia, tapi di sini kita akan membahas tiga kelompok saja, sebab ketiga kelompok ini mempunyai tujuan yang sama, yaitu ingin memisahkan diri dari Indonesia. Sebut saja, GAM, OPM, dan RMS.

Nah, dalam perjalanannya, tentu kelompok-kelompok ini menjadi perhatian negara-negara maju, dan di sinilah agenda konspirasi dijalankan. Lihat saja! ada beberapa negara memberikan dukungan kepada kelompok-kelompok separatis ini agar terus menuntut Pemerintah RI untuk mendapatkan kemerdekaan. Negara-negara ini tentu memanfaatkan sela-sela untuk menyerang Pemerintah RI melalui perang saudara. Apa tujuannya? dalam istilah politik, biasa di sebut dengan istilah "Ekspansionisme" yaitu bentuk paham yang ingin menguasai atau menjajah sesuatu objek untuk tujuan tertentu. Lantas apa yang menjadi objek mereka? PENGUASAAN SUMBER DAYA ALAM. Ya, mungkin kita semua tahu apa yang terkandung dalam bumi setiap daerah di Indonesia, katakanlah misalnya Aceh, Papua, Maluku, dan sebagainya.

1. GAM (Gerakan Aceh Merdeka)
       Seperti biasa, para konspirator sering memanfaatkan para teroris untuk mencapai tujuan mereka, termasuk memanfaatkan GAM. GAM termasuk bagian dari konspirasi yang sangat rapi, buktinya, secara tak sadar senjata-senjata milik GAM itu disuplai dari luar negeri melalu jalur lain. Memang seperti itulah prosedurnya. Para pejuang GAM yang tulus itu merupakan korban kejahatan sistema. Lantas, apa yang mereka lirik di bumi Aceh? Ini dia.. http://linkis.com/blogspot.com/cfoFw

2. OPM (Organisasi Papua Merdeka)
       Beralih ke Marauke, ada juga gerakan separatis yang disebut pemerintah sebagai teroris, yaitu OPM. OPM juga termasuk korban kejahatan sistem konspirasi, karena ada sesuatu yang berharga di bumi Papua, "Freeport" berapa uang yang dihasilkan dari Freeport per-tahunnya? baca ini.. https://m.tempo.co/read/news/2015/10/18/090710660/produksi-tambang-freeport-2014-turun-tapi-emas-naik

3. RMS (Republik Maluku Selatan)
       Republik Maluku Selatan (RMS) adalah daerah yang diproklamasikan merdeka pada 25 April 1950, dengan maksud memisahkan diri dari negara Indonesia Timur (Saat itu Indonesia masih berupa Republik Indonesia Serikat). Namun oleh Pemerintah pusat, RMS dianggap sebagai pemberontak/teroris. Dan setelah misi damai gagal, maka RMS ditumpas tuntas pada November 1950. Lantas, apa yang membuat kelompok ini muncul kembali? di sinilah konspirasinya!!
Lihat pertumbuhan ekonomi di Maluku, secara makro ekonomi, kondisi ekonomi di Maluku cenderung membaik setiap tahunnya. Salah satu Indikatornya setiap tahun APBD daerah tersebut terus meningkat, dan lihat saja tahun ke tahun perusahaan-perusahaan Industri dan Pertambangan terus bertambah, di sebabkan potensi sumber daya alam mereka sangat banyak. jadi, patut dong daerah ini masuk dalam misi mereka.

Tak bisa dibayangkan jika ketiga daerah ini mendapatkan kemerdekaan. Terlepas pada efek ekonomi Indonesia, yang lebih ironinya, jika daerah-daerah ini merdeka apakah negaranya akan maju dan rakyatnya sejahtera? mari berkaca pada Timor Leste. Baca ini!!.. http://lingkarannews.com/tolak-imigran-china-belajar-dari-timor-leste-saat-ini-china-kuasai-ekonomi-negara/


Terimakasih.......